Olahraga Untuk Penderita Kanker Payudara

  • by

Kanker payudara tidak serta merta menghentikan Anda dari melakukan olahraga. Keheningan sebenarnya membawa bahaya bahwa kondisi tubuh memburuk. Penderita kanker payudara jelas bisa berlatih selama Anda tahu batasan dan cara aman. Panduan olahraga berikut untuk penderita kanker payudara.

Manfaat latihan fisik untuk penderita kanker payudara

penderita kanker payudara

Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi pasien kanker payudara. Jika saat ini Anda sedang menjalani perawatan kanker, olahraga dapat membantu menjaga tubuh Anda bugar dan bertahan dalam setiap proses dan fase.

Selain itu, latihan ini juga memiliki banyak manfaat lain untuk Anda seperti:

Membantu mengurangi efek samping seperti kelelahan, pertambahan berat badan, osteoporosis dan limfedema (pembengkakan jaringan lunak di tangan dan kaki)
Mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke sebagai komplikasi dalam pengobatan kanker payudara
Mengurangi risiko kekambuhan kanker
Mengurangi kecemasan, stres, depresi, dan memperbaiki suasana hati
Mencegah pengurangan massa otot sebagai efek samping dari perawatan
Namun, penting untuk meminta saran dokter sebelum pelatihan.

Seberapa sering Anda perlu berolahraga di kanker payudara?
Situs skrining kanker payudara melaporkan bahwa pasien kanker payudara harus berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Periode ini sama dengan orang sehat pada umumnya, satu-satunya perbedaan adalah jenis olahraga dan intensitasnya.

Penting untuk dipahami bahwa penderita kanker payudara tidak boleh berlatih tanpa pamrih. Terutama untuk memaksamu. Karena ada risiko yang tetap disembunyikan jika olahraga tidak dilakukan dengan benar.

Jika Anda merasa sangat buruk sehingga sulit untuk berlatih selama seminggu, itu bukan masalah. Berlatih sekuat mungkin.

Jenis olahraga ini untuk penderita kanker payudara
Halaman Kanker Payudara Berikut adalah beberapa jenis latihan yang disarankan untuk penderita kanker payudara:

latihan aerobik
Aerobik bermanfaat untuk meningkatkan detak jantung, melatih otot, dan melatih pernapasan Anda. Selain itu, latihan ini juga meningkatkan daya tahan dan daya tahan. Tidak hanya itu, latihan aerobik juga dapat meningkatkan mood, memperdalam tidur dan mengurangi stres pada penderita kanker payudara.

Berbagai latihan aerobik yang dapat dilakukan adalah:

Santai dengan berjalan kaki
Jogging atau lari
Naik sepeda
tari
berenang
latihan fleksibilitas
Mobilitas atau latihan peregangan adalah latihan yang dirancang untuk mencegah kekakuan otot dan persendian. Otot dan sendi yang kaku dapat membatasi rentang gerak.

Jika Anda rajin berolahraga, Anda dapat dengan mudah melakukan gerakan apa pun. Anda tidak akan mengalami masalah atau rasa sakit saat berjalan, duduk, dan membungkuk.

Latihan olahraga juga membantu mengurangi kekakuan dan perubahan postur yang mungkin terjadi setelah perawatan kanker payudara. Pembedahan, rekonstruksi, dan radiasi untuk pengangkatan payudara biasanya menyebabkan kekakuan pada beberapa bagian tubuh.

Selain itu, latihan olahraga juga dapat membantu mengurangi stres dan membuat Anda lebih rileks.

Beberapa latihan fleksibilitas yang dapat dilakukan adalah:

yoga
Pilates
Tai chi
latihan kekuatan
Latihan kekuatan memperkuat tulang dan memperbaiki postur tubuh. Selain itu, latihan ini juga membantu meningkatkan keseimbangan tubuh dan kelemahan otot pasca operasi.

Latihan beban dapat dilakukan di gym atau di rumah. Anda dapat mencoba mengangkat beban dengan beban yang sesuai dengan kemampuan tubuh Anda. Selain itu, push up dan pull up juga merupakan latihan kekuatan yang bisa Anda coba jika Anda bisa menjalaninya.

Untuk setiap jenis latihan, pastikan Anda melakukannya seperti yang Anda inginkan. Jangan memaksakan diri jika tidak bisa, karena bisa semakin melemahkan kondisi Anda.

Tips olahraga untuk penderita kanker payudara
Penderita kanker payudara perlu berolahraga dengan aman. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda ikuti untuk menghindari cedera:

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
Sebelum berolahraga dengan mudah, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu. Bukan hanya untuk persetujuan.

Anda juga harus bertanya apakah ada latihan atau gerakan yang direkomendasikan dan harus dihindari. Tanyakan kepada dokter Anda bagaimana berolahraga dengan aman untuk menghindari cedera.

Jika Anda memiliki lymphedema, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda perlu pakaian khusus selama latihan atau tidak. Limfedema adalah suatu kondisi di mana kaki dan lengan membengkak dan menjadi cairan.

pemanas
Pemanasan harus dilakukan sebelum latihan apa pun. Anda bisa melakukan pemanasan dengan berjalan 5-10 menit

Baca juga :