Manfaat Buah dan Sayur

  • by

Asupan serat yang cukup sejak usia dini adalah salah satu faktor penting dalam mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Well, mendapatkan makanan kaya serat untuk bayi atau anak-anak sebenarnya tidak sulit. Anda bisa mulai memberikan buah dan sayuran kepada bayi Anda jika ia bisa makan makanan lunak atau mengandung makanan padat. Apa manfaatnya?
Manfaat mengkonsumsi buah dan sayuran untuk bayi dan anak-anak

Berbagai jenis nutrisi dalam buah-buahan dan sayuran diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak kecil hingga pertumbuhannya.

  1. Menjaga kesehatan pencernaan anak

Sistem pencernaan memainkan peran penting dalam tubuh anak atau balita. Dengan sistem pencernaan yang sehat, nutrisi akan diserap secara optimal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan bayi, para ibu perlu menyediakan makanan kaya serat seperti buah-buahan dan sayuran. Ibu juga dapat membantu memenuhi asupan serat harian bayi dengan memberikan susu serat tinggi kepada bayi.

Dengan konsumsi serat setiap hari sesuai dengan kebutuhan anak, jelas itu dapat menunjang kesehatan perutnya. Ketika pencernaan seorang anak sehat, ia dapat menjadi lebih aktif, ceria dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya.

  1. Tingkatkan asupan gizi

Sayuran dan buah-buahan kaya akan beragam vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi atau anak-anak.

Manfaat Buah dan Sayur

Misalnya, stroberi kaya akan vitamin C untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, wortel kaya akan vitamin A untuk menjaga kesehatan mata dan bayam kaya akan zat besi untuk mencegah anemia. Sementara itu, apel mengandung 16 jenis antioksidan polifenol yang baik untuk kesehatan umum.

Pada dasarnya, makan buah dan sayuran berwarna sangat membantu menjaga bayi Anda sehat dan bugar setiap hari.

  1. Mengurangi risiko obesitas

Mulailah membiasakan diri memberi makanan ringan yang sehat kepada anak-anak dalam bentuk buah-buahan dan sayuran segar daripada gula atau “junk food” untuk menghindari risiko obesitas atau obesitas.

Anak-anak yang kelebihan berat badan berpotensi mengembangkan diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, masalah pernapasan, depresi dan berbagai penyakit kronis lainnya di masa dewasa.

Buah dan sayuran kaya akan serat kenyang, tetapi rendah lemak dan kalori yang membuatnya aman untuk camilan sehari-hari.

  1. Dukung hasil anak Anda di sekolah

Menerapkan pola makan sehat sejak kecil, termasuk mengonsumsi banyak buah dan sayuran, dapat membantu anak-anak berprestasi lebih baik di sekolah nanti.

Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of School Health juga mendukung teori tersebut. Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang makan lebih sedikit sayuran dan buah cenderung memperburuk nilai akademik daripada anak-anak yang mengkonsumsi makanan berserat setiap hari.

Anak-anak yang terbiasa makan makanan berserat memiliki risiko 41% lebih rendah mengalami kesulitan membaca daripada anak-anak lain.

Ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja anak-anak di sekolah. Namun, pemenuhan asupan gizi adalah yang paling penting untuk memastikan bahwa kinerja anak lebih baik.

  1. Kiat untuk menambahkan buah dan sayuran ke dalam makanan anak Anda

Untuk menjaga bayi Anda sehat dan bugar, perlu untuk menyediakan makanan bergizi seimbang yang dilengkapi dengan buah-buahan dan sayuran setiap hari. Tenang, ada banyak cara yang sangat menarik untuk membuat bayi atau anak-anak ingin makan makanan kaya serat seperti buah dan sayuran segar.

Berikut ini beberapa cara sederhana dan menarik untuk diterapkan di rumah:

Berikan potongan pisang, semangka, stroberi, jagung rebus atau brokoli rebus sebagai camilan
Tambahkan buah atau sayuran cincang ke bubur untuk bayi atau anak-anak
Buat smoothie buah beku
Cobalah menu kebab sayur untuk makan malam anak-anak
Tambahkan jamur cincang, zaitun atau wortel ke dalam telur dadar

Ingatlah bahwa mengonsumsi buah segar bahkan lebih baik daripada buah yang telah dicampur. Karena serat dalam buah umumnya hilang ketika dicampur dan jus itu sendiri kadang-kadang dapat ditambahkan hingga 6 sendok teh gula sebagai pemanis.

Bagaimana dengan buah kering? Buah kering seperti aprikot, keripik apel atau keripik bayam masih kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, buah kering juga mengandung banyak gula dan dapat menyebabkan kerusakan gigi. Gula yang terkandung dalam buah kering sering lengket dan menempel pada gigi anak.

Jika Anda ingin memberikan camilan buah dan sayuran kering untuk bayi atau balita Anda, berikan dalam porsi kecil dan pastikan mereka minum segelas air sesudahnya.

Baca Juga :